• 0811-919-117
  • agengardaoto@gmail.com

Tag Archive asuransi mobil

perawatan-AC-agar-tetap-dingin

8 Tips Perawatan AC Mobil Agar Tetap DIngin

perawatan-AC-agar-tetap-dingin

perawatan-AC-agar-tetap-dingin

Garda Oto | Salah satu fitur andalan pada sebuah mobil ialah penyejuk udara alias air conditioner (AC). Fitur ini biasanya selalu digunakan para pemilik mobil demi kenyamanan berkendara. Karena sering dipergunakan, sudah selayaknya perangkat ini dirawat dengan baik agar bekerja maksimal dan komponennya lebih awet. Perawatan intensif dan pengecekan rutin terhadap AC sebaiknya Anda lakukan di bengkel.

Tidak sedikit orang yang merasa AC mobil mereka bermasalah. Contohnya saja adalah AC yang mengeluarkan bau apek atau kurang sedap dan yang paling sering adalah AC yang kurang dingin. Masalah-masalah tersebut tentu akan cukup mengganggu. Apalagi jika kondisi cuaca yang memaksa kita butuh akan AC mobil yang baik.

Berikut tips cara merawat AC mobil agar tetap dingin :

  1. Jaga kebersihan karpet atau lantai mobil. Kebersihan lantai mobil menjadikan udara di dalam kabin mobil juga ikut bersih. Dengan demikian, filter AC tidak bekerja terlalu keras untuk menyaring debu dan kotoran, dan juga tidak cepat kotor.
  1. Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak didepan radiator) kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor.
  1. Memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama, Karena kalau di tempat panas biasanya pas pengemudi masuk, ruang dalam cukup panas dan mengakibatkan membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun ikut tinggi.
  1. Ketika menempuh perjalanan jauh, matikan AC beberapa saat, lalu hidupkan kembali. Tujuannya untuk mengistirahatkan AC agar tidak terus-menerus mendinginkan kabin mobil, dan menghindari pembekuan pada saluran AC.
  1. Selalu memastikan extrafan kipas yang berada didepan condensor selalu hidup ketika AC dalam kondisi hidup. Extrafan yang mati dalam kondisi AC hidup dapat beresiko merusak kompresor atau bahkan mengakibatkan selang kompresor meledak.
  1. Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator nikotinnya yang lengket dan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang.
  1. Pastikan AC dalam kondisi mati ketika anda menghidupkan mesin mobil. Hal ini berlaku sebaliknya, matikan AC sebelum mesin mobil dimatikan.
  1. Selalu melakukan perawatan AC secara rutin untuk memeriksa semua kondisi komponen AC. Mulai dari Compresor, Receiver Dyer, Condensor, Evaporator hingga Freon.

Demikianlah tips cara merawat AC mobil agar AC selalu dalam kondisi baik. Perawatan secara berkala pada AC mobil dapat memberikan manfaat AC mobil lebih tahan lama juga membuat udara yang keluar dari AC akan lebih dingin, segar dan beraroma sehat.

sumber : asuransiastra.com

menitipkan kunci mobil

Tips Meninggalkan Mobil Saat Liburan

menitipkan kunci mobilMusim liburan sudah di depan mata. Berbagai rencana untuk menghabiskan waktu libur, tentu sudah anda rencanakan. Ada yang memilih menggunakan mobil untuk mengunjungi keluarga di kampung halaman, ada pula yang memilih untuk menggunakan kendaraan lain dan meninggalkan mobil kesayangannya tersimpan di rumah.

Nah, bagaimana nasib mobil yang harus ditinggal di rumah tersebut? Dengan kondisi seluruh anggota keluarga meninggalkan rumah, dan tak ada yang menyalakannya setiap hari, apakah meninggalkan mobil adalah keputusan yang bijak.

Menjawabnya tentu tak semudah meninggalkannya. Sebab untuk meninggalkan mobil, yang notabene adalah kombinasi sistem elektronik, mekanik, dalam komposisi bodi yang memiliki nilai materiil, tentu banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan.

Namun jika Anda mencoba merangkumnya, ternyata pertimbangannya tak banyak. Intinya hanya satu, keamanan mobil. Baik itu keamanan kala ditinggal atau keamanan akan mobil tetap bisa digunakan lagi dengan nyaman setelah kita selesai berlibur.

Berikut adalah persiapan-persiapan yang bisa Anda lakukan untuk meninggalkan mobil di rumah agar rasa khawatir akan kondisi mobil bisa dieliminir.

  1. Penuhi Tangki Bahan Bakar

Tangki bahan bakar sebaiknya dipenuhkan terlebih dahulu sebelum Anda memilih untuk meninggalkan mobil. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kondensasi akibat adanya ruang udara di dalam tangki karena jumlah bahan bakar yang minim. Kondensasi bisa menyebabkan munculnya bulir air. Bulir air ini berpotensi mengontaminasi ruang bakar ataupun menimbulkan oksidasi pada tangki bahan bakar yang berbahan metal.

  1. Cuci Mobil

Memang terkesan sedikit merepotkan, namun hal ini perlu Anda lakukan untuk menjaga keresikkan mobil. Apalagi saat Anda akan meninggalkan dalam waktu lama, 5 hari, misalnya, Anda tak akan bisa memprediksi perubahan cuaca dan iklim yang terjadi. Seperti dilansir laman Edmunds, Jika Anda meninggalkan mobil dalam kondisi kotor, maka kotoran tersebut dapat berubah menjadi water spot atau umum dikenal jamur. Untuk menghindari hal ini, mencuci kendaraan terlebih dahulu sebelum meninggalkannya akan meminimalisir potensi munculnya water spot.

Saat mencuci juga pastikan bagian interior mobil turut dibersihkan. Utamanya dari kotoran makanan. Anda tentu tak ingin saat pulang dari kampung halaman, mobil menjari tempat bersarangnya serangga.

  1. Parkir Di tempat tertutup

Ini adalah rumus standar untuk memarkir kendaraan. Dengan meletakkan mobil di tempat tertutup, Anda akan terhindar dari banyak potensi yang mengotori maupun merusak mobil. Hal ini pun lebih bermanfaat dilakukan saat meninggalkan mobil dalam waktu lama. Anda akan terhindar dari hujan, juga kotoran yang mungkin jatuh dari pohon, unggas, tangan jahil, dan lainnya.

  1. Gunakan Sarung Mobil

Jika Anda sudah memposisikan mobil Anda di ruang tertutup seperti carport, jangan lupa selimuti juga mobil Anda dengan sarung khusus kendaraan. Seperti dilansir pada laman Edmunds, gunakan sarung mobil yang materialnya berkualitas. Sebab salah-salah menggunakan sarung mobil, malah dapat membuat kelembaban naik dan menimbulkan bercak di mobil. Penggunaan sarung juga utamanya akan melindungi mobil Anda dari debu.

  1. Pewangi, Anti Lembab

Letakkan juga pewangi kendaraan atau peranti anti lembab seperti kamper khusus mobil di dalam kabin. Aplikasi peranti ini akan meminimalisir munculnya bau tak sedap. Selain itu, dengan menempatkan pewangi di dalam kabin, kesegaran kabin pun lebih terjaga.

  1. Penangkal Tikus

ini musuh utama kendaraan yang ditinggal dalam waktu lama. Ruang mesin mobil dengan banyak perangkatnya yang terbuat dari karet seperti pada bagian kabel atau selang, merupakan objek menarik bagi hewan pengerat seperti tikus. Saat kondisi rumah ditinggalkan, tikus bisa bergerak lebih leluasa. Baiknya, Anda menggunakan racun atau perangkap tikus untuk menangkalnya. Racun tikus dapat diletakkan di sekitar semua roda atau di atas semua roda. Lokasi ini biasanya menjadi jalur utama tikus untuk naik ke ruang mesin.

  1. Jangan Gunakan Rem Parkir

Saat meninggalkan kendaraan dalam waktu lama, baiknya rem parkir tidak diaktifkan. Laman Edmuns melansir untuk menahan mobil agar tidak menggelinding atau bergerak dalam waktu yang lama sebaiknya menggunakan pengganjal roda. Mengaktifkan rem parkir dalam waktu lama berpotensi membuat rem menjadi lengket dan roda tak bisa bergerak akibat korosi yang timbul saat kedua besi menempel dalam waktu yang lama. Apalagi biasanya Anda tak akan tahu apakah kondisi rem belakang dalam kondisi yang bersih atau tidak.

  1. Cabut Aki

Ada kebiasaan untuk melepas terminal aki untuk membuat listrik tak mengalir. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas listrik dalam aki agar tidak kehabisan daya saat akan digunakan. Pada mobil moderen dengan banyak sistem bergantung pada listrik, kami tidak menyarankan hal ini. Dijelaskan dalam Edmunds, hal ini baiknya dilakukan jika meninggalkan mobil lebih dari dua minggu. Namun, jika hanya 3-10 hari, sebaiknya biarkan aki terpasang sempurna. Pasalnya jika Anda mencabut aki, banyak perangkat yang akan malfungsi, utamanya adalah perangkat keamanan seperti alarm. Tak hanya itu, jika Anda mencabut aki lebih dari beberapa menit saja, biasanya akan terjadi reset pada beberapa settingan aksesoris mobil seperti jam, headunit, dan lainnya. Selama aki dalam kondisi bagus, dan tak ada kebocoran arus akibat kesalahan modifikasi perangkat elektrikal, seharusnya aki aman untuk dibiarkan terpasang di mobil jika Anda hanya meninggalkannya seminggu saja.

  1. Pengamanan? Lipat Gandakan!

Jika mobil Anda sudah terpasang alarm, sebenarnya berarti Anda sudah menggunakan 3 level pengamanan mobil. Pertama alarm, kedua kunci pintu, ketiga kunci ignition. Namun itu saja belum cukup, Anda harus berlangkah-langkah lebih maju dari pencuri untuk mellindungi mobil Anda. Jauh sebelum menggunakan perangkat, Ada baiknya Anda mengaktifkan asuransi mobil. Berikutnya silahkan menginstalasi perangkat keras seperti kunci rahasia, kunci setir, gembok roda, hingga kunci pengaman untuk carport Anda. Oh ya, Anda juga bisa menginstalasi perangkat pelacak seperti GPS Tracker untuk mengetahui posisi dan kondisi mobil dari kejauhan. Sehingga di manapun Anda berlibur, Anda tetap bisa memastikan lokasi mobil Anda.

  1. Titipkan Kunci

Poin ini mungkin terkesan unik, namun penerapannya memang bukan berkaitan pada keamanan semata. Kita tentu tak tahu kapan ada musibah terjadi pada rumah tempat kita meninggalkan kendaraan. Jika terjadi banjir, kebakaran, atau apapun, mobil Anda bisa tetap dipindahkan ke tempat aman apabila kuncinya ditinggalkan. Nah tentunya meninggalkan kunci pun tak sembarangan, Anda bisa menitipkannya ke security setempat atau tetangga Anda yang tidak meninggalkan rumah selama musim libur.

 

 

sumber : www.asuransiastra.com

power-steering

5 Tips Merawat Power Steering

power-steering

power-steering

Garda Oto | Power steering merupakan salah satu komponen yang amat penting sekali untuk mobil-mobil keluaran terbaru. Tak dipungkiri, bahwa selain memberikan kenyamanan pengguna pada saat mengemudi komponen ini juga memberikan kemanan dalam perjalanan. Saking pentingnya tentu saja kita tidak bisa membayangkan, apa jadinya jika power steering rusak? Bencana besar bisa terjadi bahkan mengancam nyawa bagi semua penumpang yang ada.

Namun sebagai pengemudi tidak perlu khawatir karena disini akan kami bagikan beberapa tips atau cara merawat power steering agar bisa lebih awet dalam pemakaian. Dan berikut ini adalah beberapa cara merawat power steering yang benar.

  1. Hindarilah jalan yang rusak atau berlubang

Ketika mengemudikan mobil yang sudah memiliki fitur power steering maka sebisa mungkin hindarilah jalan yang rusak ataupun jalan berlubang. Namun, jika memang terpaksa tidak ada jalan lain kecuali harus melewati jalan yang rusak maka usahakan melewatinya dengan cara perlahan.

Power steering memang sangat cepat rusak apalagi ketika mobil digunakan dengan cara ugal-ugalan. Terjadinya guncangan yang keras serta hentakan yang keras pula pada as steering bisa dengan mudah merusak komponen yang satu ini. Maka dari itu jika Anda mengendarai mobil selalu perhatikan jalan dengan benar dan jangan sampai ugal-ugalan karena disamping bisa menghindari kecelakaan juga akan membuat awet power steering pada mobilyang Anda miliki.

  1. Hindarilah banjir

Melewati jalanan yang sedang banjir juga bisa membuat power steering cepat rusak dan mungkin bukan hanya power steering melainkan komponen-komponen lainnya kemungkinan besar juga akan mengalami kerusakan apabila melewati banjir yang cukup tinggi. Namun dalam hal ini power steering bisa menjadi sasaran paling utama terlebih lagi mobil hybrid atau mobil dengan sistem listrik yang mana power steering dipasangkan tepat di as setir yang sejajar dengan as roda. Secara otomatis banjir akan sangat mudah sekali merendam komponen ini. Tentu saja jika komponen kelistrikan ini sampai basah dan rusak maka mau tidak mau harus diganti karena tidak dapat diperbaiki.

  1. Selalu ingat usia pemakaian power steering

Perangkat elektronik yang satu ini memiliki batas usia sekitar lima tahunan. Jadi, apabila sudah sampai pada usia tersebut maka sudah waktunya untuk segera diganti. Jangan sampai menunda atau menunggu hingga rusak dulu baru kemudian diganti. Sebab hal seperti itu akan berakibat bagi keselamatan Anda dan juga penumpang yang Anda bawa.

  1. Pemakaian jangan melebihi 100.000 Km

Pemakaian mobil yang sudah mencapai jarak tempuh sekitar 100.000 Km kemungkinan bisa berpengaruh besar bagi power steering, apalagi mobil tersebut digunakan dengan cara ugal-ugalan saat dijalanan ditambah lagi jalan yang dilaluinya sudah rusak maupun berlubang seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pemakaian wajar 100.000 Km hendaknya power steering sudah diganti atau karena nyetirnya sering ugal-ugalan kemungkinan sebelum mencapai 100.000 Km power steering sudah rusak dan harus segera diganti.

  1. Hindari ban berbelok saat parkir

Kemungkinan ini yang paling sering terjadi. Kebanyakan orang saat memarkirkan mobil sering kali meninggalkannya dalam kedaan ban yang berbelok atau tidak lurus. Jika hal seperti ini dilakukan secara terus menerus maka akan mengakibatkan komponen seperti power steering dan ball joint memiliki umur yang lebih pendek atau cepat rusak.

Jadi supaya power steering tidak cepat rusak maka ketika parkir jangan pernah meninggalkan mobil dalam keadaan berbelok.

Itulah beberapa tips sederhana cara merawat power steering yang benar agar power steering menjadi lebih awet dan tidak cepat rusak. Sekian semoga bermanfaat.

sumber : asuransiastra.com